Senin, 16 Januari 2012

proposal permohonan bantuan dana ternak sapi potong

PROPOSAL

PERMOHONAN BANTUAN SAPI POTONG

00sapi.jpg


sapi-jawa-0.jpg



kawasa1.jpg


KELOMPOK TANI TERNAK SAPI POTONG

BABAKAN KARYA MANDIR II”

Sekretariat : Kp. Liunggunung RT 01 RW 04

Desa Kertaangsana Kecamatan Nyalindung

Kabupaten Sukabumi

' 085861254420

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana tercantum dalam pembukaan Undang-undang Dasar tahun 1945 adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dalam rangka mencapai cita-cita bangsa tersebut perlu diselenggarakan pembangunan nasional di segala bidang kehidupan yang berkesinambungan dan salah satu rangkaian pembangunan yang sedang di tingkatkan diantaranya adalah dalam bidang pertanian dan peternakan.

Perekonomian di negara kita ditunjang oleh beberapa faktor, diantaranya adalah sektor pertanian dan peternakan yang memberi pemasukan bagi devisa negara dengan nilai yang cukup besar.

Sebagaimana yang menjadi dasar dalam konsep ekonomi, dimana semakin banyak ragam kebutuhan manusia untuk hidup, maka semakin besar pula biaya yang dibutuhkan. Dan semakin tinggi biaya hidup, maka semakin luas lapangan pekerjaan yang dibutuhkan guna memenuhi kebutuhan. Untuk menanggulangi hal tersebut, apalagi di era globalisasi seperti sekarang ini, di mana persaingan sangatlah ketat, maka dibutuhkan sumber daya menusia yang terampil, aktif, kreatif dan inovatif.

Sapi potong merupakan salah satu komoditi ternak yang ikut berperan dalam pemenuhan kebutuhan daging. Perkembangan peternakan sapi potong sampai saat ini relatif jalan di tempat, perkembangan produksi dan produktivitasnya hampir tidak mengalami kemajuan berarti, hal ini diduga akibat pola pemeliharaannya yang masih bersifat tradisional dengan skala pemilikan yang kecil (small holders). Disamping itu jumlah pemotongan sapi potong termasuk sapi potong betina produktif untuk kebutuhan lokal pun cukup tinggi, sehingga bila produktivitasnya tidak ditingkatkan dan dikembangkan secara komersial dan dalam skala yang besar, dihawatirkan akan terjadi pengurasan populasi sapi potong secara nasional. Perkembangan populasi sapi potong tidak sejalan dengan meningkatnya permintaan akan sapi potong dan perkembangan populasi penduduk.

Ternak sapi potong kebanyakan dipelihara apa adanya tanpa suatu perencanaan yang jelas untuk lebih berkembang, lebih produktif, dan lebih menguntungkan. Ternak sapi potong tersebut harus ditingkatkan produksinya agar dapat memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat. Penggemukan merupakan salah satu cara guna memenuhi kebutuhan daging yang terus meningkat dan turut menunjang program pemerintah untuk menjadikan sapi potong sebagai salah satu komoditi ekspor yang sejajar dengan komoditi lainnya. Daging yang dihasilkan tidak hanya dalam jumlah yang banyak tetapi harus dengan kualitas yang lebih baik.

Berdasakan hal tersebut di atas, maka Kelompok Tani “Babakan Karya Mandiri”yang bergerak dalam bidang Pengembangan Sapi potong mencoba untuk merubah pola pikir masyarakat pada umumnya dan para pemuda pada khususnya untuk bisa berpikir maju guna meningkatkan pengetahuan dan ketarampilan, yang pada akhirnya apabila pengetahuan dan keterampilan sudah dikuasai, maka bisa digunakan untuk meningkatkan perekonomian.

Namun dalam pelaksanaannya kami masih mengalami berbagai kendala, sehingga masih perlu dukungan dari berbagai pihak diantaranya :

1) Dukungan moril dari pejabat dan tokoh masyarakat

2) Dukungan dari Dinas atau Instansi terkait berupa bimbingan dan penyuluhan.

3) Dukungan dari Pemerintah berupa penyediaan Bibit dan prasarana pendukung,

1.2 Potensi Pasar

Indonesia merupakan negara pengimpor sapi dan daging sapi guna memenuhi permintaan daging sapi dalam negeri yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Apalagi pada bulan-bulan tertentu seperti hari Lebaran dan Lebaran Qurban permintaan daging sapi sangat tinggi sehingga harga daging sapi melonjak. Produksi daging sapi dalam negeri selama 5 tahun terakhir selalu terjadi peningkatan rata-rata 7,6 % per-tahun (data Biro Pusat Statistik 2001).

Hal tersebut dikarenakan jumlah rumah pemotongan hewan yang meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan kebutuhan konsumsi daging sapi yang cukup tinggi. Selain itu permintaan akan kualitas produksi daging juga semakin beragam, hal itu ditandai dengan impor daging untuk restoran-restoran internasional yang semakin banyak dengan meminta kualitas tertentu, seperti warna, keempukan, marbling atau pelemakan daging yang sesuai.

Dengan peningkatan permintaan tersebut tak pelak harga daging sapi menjadi cukup tinggi yaitu berkisar Rp 50.000,- sampai Rp 55.000,- per-kilogram. Melihat keadaan pasar tersebut pengembang-biakan sapi (penggemukan) menjadi potensi bisnis yang cukup menjanjikan.

1.3 Tujuan

Tujuan dari kegiatan ini adalah ;

1. Memulihkan keberdayaan masyarakat sasaran.

2. Menciptakan lapangan kerja baru yang berbasis potensi lokal.

3. Meningkatkan pendapatan / penghasilan masyarakat sasaran.

4. Menggerakkan roda perekonomian daerah.

5. Mengelola lingkungan lokal secara berkelanjutan

1.4 Out Put (Dampak Sosial dan Ekonomi)

Dengan usaha kegiatan penggemukan sapi ini diharapkan mempunyai dampak positif berupa:

1. Tergarapnya potensi dan sumber daya lokal untuk dikembangkan menjadi kegiatan usaha yang produktif dan konstruktif.

2. Kestabilan lingkungan sosial dan keamanan karena masyarakat sasaran (anggota) mempunyai lahan ekonomi secara mandiri.

Secara makro, akan terpenuhinya kebutuhan daging dalam negeri dengan pasokan lokal, meminimalisir impor sehingga menghemat devisa.

1.5 Ruang Lingkup

Upaya Pengembangan Ternak Sapi potong di Kelompok Tani “Babakan karya mandiri” Desa Kertaangsana Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi, meliputi ruang lingkup yang antara lain :

1) Sebagai wadah pelatihan bagi petani yang tergabung dalam kelompok tani “Babakan karya mandiri”pada khususnya dan para petani dari kelompok lain pada umumnya.

2) Sebagai sumber mata pencaharian bagi masyarakat tani

3) Sebagai sarana untuk mengurangi penggangguran di kalangan para pemuda.

4) Turut membantu penyediaan pupuk organik bagi petani tanaman pangan.

BAB II

PELAKSANAAN KEGIATAN

2.1 Strategi Pelaksanaan

Strategi yang diambil dalam kegiatan Kelompok Tani “Babakan karya mandiri” adalah pemberdayaan masyarakat tani. Hal ini disesuaikan dari kenyataan bahwa selama ini pembinaan kelompok belajar usaha berdasarkan atas keinginan masyarakat tani itu sendiri, adapun pihak pemerintah hanyalah memfasilitasi dan membantu penyediaan sarana prasarana yang dibutuhkan.

Melalui pemberdayaan masyarakat, pemerintah melakukan langkah konkrit guna meningkatkan kwalitas dan efisiensi program.

2.2 Lokasi Kegiatan

Kegiatan yang dilakukan oleh Kelompok Tani “Babakan Karya Mandiri” berlokasi di Kampung Liunggunung Desa Kertaangsana Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi. (peta lokasi terlampir)

2.3 Peserta

Jumlah warga masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Tani “Babakan Karya Mandiri”sebanyak 15 orang, terdiri dari kalangan pemuda tani dan petani dewasa. (data anggota terlampir)

2.4 Profil Kelompok Tani

a. Identitas Kelompok

Nama kelompok : Babakan Karya Mandiri

Tanggal Pembentukan : 05 November 2008

Alamat : Kp. Liunggunung Desa Kertaangsana Kecamatan

Nyalindung Kabupaten Sukabumi

b. Struktur Organisasi

Pelindung : Kepala Desa Kertaangsana

Penasehat : Sekretaris Desa kertaangsana

Ketua : Agus Sudrajat

Sekretaris : Wahyudin

Bendahara : Dahlan

Anggota : 15 orang (terlampir)

No Rekening Bank : 44.6-01-004121-53-1

Kontak Person : 085861254420

2.5 Aktivitas Kegiatan Usaha

Kegiatan Pra Operasional

No

Jenis Kegiatan

Jadwal Pelaksanaan 2012

Biaya (Rp.)

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

1.

Suvei Pasar

x

-

2.

Menyusun Rencana

x

-

3.

Alat Penunjang

x

-

Jumlah

-

2.6. Rencana Anggaran Biaya (RAB)

Kebutuhan biaya untuk pengembangan ussaha ini cukup besar. Sedikitnya kami membutuhkan dana Rp. 242.627.000,- (Dua Ratus Empat Puluh dua Juta Enam Ratus Dua Puluh Tujuh Ribu Lima Ratus ) Adapun rinciannya bisa di lihat pada Tabel

RENCANA ANGGARAN BIAYA

No

Uraian

Jml

Satuan

Harga Satuan

Biaya Pertahun

Total Rp

1

Perbaikan Kandang

1

Paket

39.000.000,-

2

Bakalan Sapi

25

Ekor

7.000.000,-

175.000.000,-

3

Penghijauan

1

Paket

4.000.000,-

4

konsentrat

7.000.000,-

5

Kesehatan

1

Paket

5.000.000,-

6

Instalasi air :

- Pembuatan sumur

1

Paket

5.000.000,-

5.000.000,-

- Mesin Air

1

2.500.000,-

1.000.000,-

- Pipa&Selang

500

Meter

5.500.000,-

5.500.000,-

- Perlengkapan lainnya

1

Paket

1.127.000,-

1.127.000,-

J u m l a h

242.627.000


BAB III

PENUTUP

Dengan sekelumit tentang kegiatan Pengembangan Ternak Sapi potong melalui Kelompok Tani “Babakan Karya Mandiri” yang berlokasi di Kp. Liunggunung Desa Kertaangsana Kecamatan Nyalindung, yang telah mendapatkan respon positif dari berbagai kalangan terutama masyarakat.

Namun seiring berjalannya Kelompok Tani “Babakan karya mandiri”yang bergerak dalam bidang pengembangan ternak sapi potong ini, kami sangat berharap agar hendaklah proposal pengajuan permohonan bantuan ini mendapatkan perhatian dari pemerintah, khususnya Bapak Bupati Kabupaten Sukabumi agar mempermudah proses kegiatan yang kami lakukan.

Atas segala perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Image0002.tif

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda